Di
saat penghujung hubungan kita , aku tertanya , kenapa mesti hubungan kita
berakhir sebegini ? Kenapa mesti hubungan kita secepat ini ? Belum puas aku
menikmati cinta kita . Menjadi tanda tanya adakah semua punca dari aku atau
memang kita tidak ditakdirkan bersama . Segala persoalan menusuk otakku yang
kecil .
Ya Allah , sungguh aku rindu dia .
Semuanya ibarat igauan ngeri buat aku . Aku sakit , lemah , hilang arah jauh
dari cintanya . Aku mengharapkan ia berpanjangan tapi semuanya hanya mimpi yang
mati . Aku terdiam , kaku , dan seolah membatu . Aku buntu . Mengapa dia hadir
untuk seketika waktu sedangkan aku dah habis baik menjaga cinta ini , perasaan
, tingkahlaku ku . Dari setiap detik di saat pertemuan pertama , di
perkenalanku yang pertama , tak sudah-sudah aku memuja cintanya tapi semuanya
tersasar jauh .
Aku tak tahu adakah kita memang
berbeza dari segi rupa paras mahupun darjat ? Segala janji telah terucap tapi
kini hanya tinggal memori duka . Tiap kali ku solat ku berdoa agar kita di
panjangkan jodoh tapi segalanya tersurat dan tersirat , kita terputus jua . Aku
sayang dia , aku cinta dia sumpah demi Allah . Kini ku lihat kau bahagia
bersama dia , hatiku hancur , musnah dan punah di makan kekecewaan di tambah
air mata yang tak henti-henti mengalir di saat kenangan terpancar , terpapar di
mindaku . Aku songsang dalam haluan hidupku , hidupku semakin terseksa , aku
derita .
Kau hadir di saat aku derita , kau
muncul di saat aku hilang arah , kau menjelma bak penyelamat , menyelamatkan
aku dari kemusnahan diri . Jujur aku hampir mati di makan tindak tandukku yang
terlalu mengikut perasaan tapi kau hadir merubah segalanya . Kau perbetulkan
langkahku yang songsang , kau bina kembali jati diriku , kau hidupkan kembali cintaku
yang telah mati . Aku bahagia , kenangan bersama wanita lalu tetalh aku hapus
tapi .
Semua berubah sekelip mata . Cinta kita
semakin retak . Kau berubah hati , perasaan sayang yang dulu bagai hilang
landasannya . Aku resah , gelisah dan gundah gulana . Kau semakin menampakkan
kebencian kau padaku buatku terdiam , tersipu . Mana janji kau yang dulu ? Mana
rasa sayang kau yang dulu ? Aku hiba . Aku kerap semakin menangis .
"Aku berdiri kini
tanpa ada kau disisi . Aku berdiri tanpa rasa sayang di hati . Ku anggap duka
pembakar diri , buat ku bangkit dari mimpi , bersama puisi kalam ,ku buang jauh
gantikan dengan rentak yang padu . Aku berlagu walau laguku duka . Aku lupakan
segalanya . Aku kini bangkit hadapi masa depanku"
Aku tahu , di saat aku terluka , kecewa
, Allah sentiasa disisiku . Allah sentiasa menemaniku . Semuanya hanyalah
sapaan tuhan buatku supaya aku perbetulkan kembali diriku yang kian jauh dari
landasan seorang insan Islam . Ku anggapkan semua memori duka , ku biarkan
berlalu ditiup angin di mamah masa . Terima kasih atas pertemuan aku dan dia .
Terima kasih kerana tinggalkan kenangan yang mendalam . Aku akur segala rancana
yang telah dirancang untukku . 6,7,8 Alhamdulillah syukur ..
No comments:
Post a Comment